<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>alkhadijah</title>
	<atom:link href="http://alkhadijah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alkhadijah.wordpress.com</link>
	<description>faidza azamta fa tawakal 'alallah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Feb 2011 06:36:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alkhadijah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b5b90435affd6ecb47064c2dcbebccc4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>alkhadijah</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alkhadijah.wordpress.com/osd.xml" title="alkhadijah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alkhadijah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menjadi Khadijah Sejati</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/11/21/menjadi-khadijah-sejati/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/11/21/menjadi-khadijah-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 13:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic corner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran Siapakah yang menyangka saat itu, keharuman pribadinya kelak akan merebak di sepanjang sejarah Islam di setiap dada kaum muslimin? Siapakah yang menyangka, bahwa wanita yang mulia ini akan mendapatkan sebuah keutamaan yang besar yang telah ditetapkan Allah baginya? Siapakah yang menyangka, wanita cantik jelita ini akan mendampingi manusia yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=47&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Penulis: Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran</em></p>
<p style="text-align:justify;">Siapakah yang menyangka saat itu, keharuman pribadinya kelak akan merebak di sepanjang sejarah Islam di setiap dada kaum muslimin? Siapakah yang menyangka, bahwa wanita yang mulia ini akan mendapatkan sebuah keutamaan yang besar yang telah ditetapkan Allah baginya? Siapakah yang menyangka, wanita cantik jelita ini akan mendampingi manusia yang paling mulia dalam rentang awal perjalanan dakwahnya? Siapakah yang menyangka saat itu…?</p>
<p style="text-align:justify;">Muslimin manakah yang tak pernah mendengar sebutan namanya? Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza bin Qushay Al-Qurasyiyah Al-Asadiyah radhiyallahu‘anha yang tercatat sebagai istri Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam sekaligus wanita pertama yang membenarkan pengangkatan Muhammad Shallallahu `alaihi Wasalam sebagai nabi dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Shallallahu `alaihi Wasalam.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-47"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebelumnya dia dikenal sebagai seorang wanita yang menjaga kehormatan dirinya sehingga melekatlah sebutan ath-thaahirah pada dirinya. Dia seorang janda dari suaminya yang terdahulu, Abu Halah bin Zararah bin an-Nabbasy bin ‘Ady at-Tamimi, kemudian menikah dengan ‘Atiq bin ‘A`idz bin ‘Abdillah bin ‘Umar bin Makhzum. Saat dia kembali menjanda, seluruh pemuka Quraisy mengangankan agar dapat menyuntingnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana umumnya Quraisy yang hidup sebagai pedagang, Khadijah radhiyallahu‘anha adalah wanita pedagang yang mulia dan banyak harta. Tiada yang mengira, ternyata pekerjaannya itu akan mengantarkan pertemuannya dengan manusia yang paling mulia, Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia memberikan tawaran kepada seorang pemuda bernama Muhammad Shallallahu `alaihi Wasalam untuk membawa hartanya ke Syam, disertai budaknya yang bernama Maisarah. Perdagangan yang dibawa oleh Muhammad Shallallahu `alaihi Wasalam itu memberikan keuntungan yang berlipat. Tak hanya itu, Maisarah pun membawa buah tutur yang mengesankan tentang diri Muhammad Shallallahu `alaihi Wasalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Penuturan Maisarah membekas dalam hati Khadijah radhiyallahu`anha. Dia pun terkesan pada kejujuran, amanah, dan kebaikan akhlak Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam. Tersimpan keinginan yang kuat dalam dirinya untuk memperoleh kebaikan itu, hingga diutuslah seseorang untuk menjumpai beliau dan menyampaikan hasratnya. Dia tawarkan dirinya untuk dipersunting Muhammad Shallallahu `alaihi Wasalam, seorang pemuda yang saat itu berusia dua puluh lima tahun. Gayung pun bersambut.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, ayah Khadijah enggan untuk menikahkannya. Khadijah, wanita yang cerdas itu tak tinggal diam. Ia tak ingin terluput dari kebaikan yang telah bergayut dalam angannya. Dibuatnya makanan dan minuman, diundangnya ayah beserta teman-temannya dari kalangan Quraisy. Mereka pun makan dan minum hingga mabuk. Saat itulah Khadijah mengemukakan kepada ayahnya, “Sesungguhnya Muhammad bin ‘Abdillah telah mengkhitbahku, maka nikahkanlah aku dengannya.” Dinikahkanlah Khadijah dengan Muhammad Shallallahu `alaihi Wasalam, dan segera Khadijah memakaikan wewangian dan perhiasan pada diri ayahnya, sebagaimana kebiasaan mereka pada saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tatkala sadar dari mabuknya, ayah Khadijah mendapati dirinya mengenakan wewangian dan perhiasan. Ia bertanya keheranan, “Mengapa aku? Apa ini?” Khadijah berkata kepada ayahnya, “Engkau telah menikahkanku dengan Muhammad bin ‘Abdillah.” Ayahnya pun berang, “Apakah aku akan menikahkanmu dengan anak yatim Abu Thalib? Tidak, demi umurku!” Khadijah menjawab, “Apakah engkau tidak malu, engkau ingin menampakkan kebodohanmu di hadapan orang-orang Quraisy dengan menyatakan kepada mereka bahwa engkau saat itu menikahkanku dalam keadaan mabuk?” Tak henti-henti Khadijah berucap demikian hingga ayahnya ridha.<br />
Wanita jelita itu, Khadijah radhiyallahu‘anha, mendapati kembali belahan hatinya dalam usia empat puluh tahun. Tergurat peristiwa ini dalam sejarah lima belas tahun sebelum Muhammad Shallallahu `alaihi Wasalam diangkat sebagai nabi.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Subhanahu wa Ta`ala telah menentukan Khadijah radhiyallahu`anha mendampingi seorang nabi. Awal mula wahyu turun kepada Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam berupa mimpi yang baik yang datang dengan jelas seperti munculnya cahaya subuh. Kemudian Allah jadikan beliau Shallallahu `alaihi Wasalam gemar menyendiri di gua Hira’, ber-tahannuts beberapa malam di sana. Lalu biasanya beliau kembali sejenak kepada keluarganya untuk menyiapkan bekal. Demikian yang terus berlangsung, hingga datanglah al-haq, dibawa oleh seorang malaikat.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa ini sangat mengguncang hati Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam. Bergegas-gegas beliau kembali menemui Khadijah radhiyallahu`anha dalam keadaan takut dan berkata, “Selimuti aku, selimuti aku!” Diselimutilah Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam hingga beliau merasa tenang dan hilang rasa takutnya. Kemudian mulailah beliau mengisahkan apa yang terjadi pada dirinya. Beliau mengatakan kepada Khadijah, “Aku khawatir terjadi sesuatu pada diriku.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mengalirlah tutur kata penuh kebaikan dari lisan Khadijah radhiyallahu`anha, membiaskan ketenangan dalam dada suaminya, “Tidak, demi Allah. Allah tidak akan merendahkanmu selama-lamanya. Sesungguhnya engkau adalah seorang yang suka menyambung kekerabatan, menanggung beban orang yang kesusahan, memberi harta pada orang yang tidak memiliki, menjamu tamu dan membantu orang yang membela kebenaran.”</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu Khadijah radhiyallahu`anha membawa suaminya menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza, anak paman Khadijah radhiyallahu`anha, seorang yang beragama Nashrani pada masa itu dan telah menulis al-Kitab dalam bahasa Ibrani. Dia adalah seorang laki-laki yang lanjut usia dan telah buta. Khadijah radhiyallahu`anha berkata padanya, “Wahai anak pamanku, dengarkanlah penuturan anak saudaramu ini.” Waraqah pun bertanya, “Wahai anak saudaraku, apa yang engkau lihat?”</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam menuturkan pada Waraqah apa yang beliau lihat. Setelah itu, Waraqah mengatakan, “Itu adalah Namus yang Allah turunkan kepada Musa. Aduhai kiranya aku masih muda pada saat itu! Aduhai kiranya aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu!” Mendengar itu, Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab, “Ya. Tidak ada seorang pun yang membawa seperti yang engkau bawa kecuali pasti dimusuhi. Kalau aku menemui masa itu, sungguh-sungguh aku akan menolongmu.” Namun tak lama kemudian, Waraqah meninggal.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah kiprah pertama Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu`anha semenjak masa nubuwah. Dia pulalah orang pertama yang shalat bersama Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam dan ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu`anha. Terus mengalir dukungan dan pertolongan Khadijah radhiyallahu`anha kepada Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam dalam menghadapi kaumnya. Setiap kali beliau mendengar sesuatu yang tidak beliau sukai dari kaumnya, beliau menjumpai Khadijah radhiyallahu`anha. Lalu Khadijah pun menguatkan hati beliau, meringankan beban yang beliau rasakan dari manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak hanya itu kebaikan Khadijah radhiyallahu`anha. Dia berikan apa yang dimiliki kepada suami yang dicintainya. Bahkan ketika Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam menampakkan rasa senangnya pada Zaid bin Haritsah, budak yang berada di bawah kepemilikannya, Khadijah pun menghibahkan budak itu kepada suaminya. Inilah yang mengantarkan Zaid memperoleh kemuliaan menjadi salah satu orang yang terdahulu beriman.</p>
<p style="text-align:justify;">Dialah Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu`anha. Kemuliaan itu telah diraihnya semenjak ia masih ada di muka dunia. Tatkala Jibril `Alaihis Salam datang kepada Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, ini dia Khadijah. Dia akan datang membawa bejana berisi makanan atau minuman. Bila ia datang padamu, sampaikanlah salam padanya dari Rabbnya dan dariku, dan sampaikan pula kabar gembira tentang rumah di dalam surga dari mutiara yang berlubang, yang tak ada keributan di dalamnya, dan tidak pula keletihan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba pungkasnya masa Khadijah radhiyallahu`anha mendampingi suaminya yang mulia. Khadijah radhiyallahu`anha kembali kepada Rabbnya `Azza wa Jalla, tak lama berselang setelah meninggalnya Abu Thalib, paman Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam. Tahun itu menjadi tahun berduka bagi Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam. Kaum musyrikin pun semakin berani mengganggu beliau sampai akhirnya Allah perintahkan beliau untuk meninggalkan Makkah menuju negeri hijrah, Madinah, tiga tahun setelah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu`anha. Kemuliaannya, kebaikannya dan kesetiaannya senantiasa dikenang oleh Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam hingga merebaklah kecemburuan ‘Aisyah radhiyallahu`anha, “Bukankah dia itu hanya seorang wanita tua yang Allah telah mengganti bagimu dengan yang lebih baik darinya?” Perkataan itu membuat Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam marah, “Tidak, demi Allah. Tidaklah Allah mengganti dengan seseorang yang lebih baik darinya. Dia beriman ketika manusia mengkufuriku, dia membenarkan aku ketika manusia mendustakanku, dia memberikan hartanya padaku saat manusia menahan hartanya dariku, dan Allah memberikan aku anak darinya yang tidak diberikan dari selainnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu`anha. Kemuliaan itu telah dijanjikan melalui lisan mulia Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasalam, “Wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad Shallallahu `alaihi Wasalam, Maryam bintu ‘Imran, dan Asiyah bintu Muzahim istri Fir’aun.” Semoga Allah meridhainya.<br />
Wallahu ta`ala a’lamu bish-shawab.</p>
<p style="text-align:justify;">(Hadiah untuk putriku tersayang, Khadijah bintu Abi Ishaq, untuk suamiku tercinta dan untuk istri-istri suamiku yang mulia)</p>
<p style="text-align:justify;">(Disusun oleh Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran)</p>
<p style="text-align:justify;">DAFTAR PUSTAKA:<br />
Al-Ishabah, Al-Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani<br />
Mukhtashar Sirah ar-Rasul, Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab<br />
Shahih Al-Bukhari, Al-Imam Al-Bukhari<br />
Shahih As-Sirah An-Nabawiyah, Asy-Syaikh Ibrahim Al-‘Aly<br />
Siyar A’lamin Nubala’, Al-Imam Adz-Dzahabi</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=8</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=47&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/11/21/menjadi-khadijah-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Muslimah Harus Memelihara Rambutnya dan Membiarkannya Panjang</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/11/01/wanita-muslimah-harus-memelihara-rambutnya-dan-membiarkannya-panjang/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/11/01/wanita-muslimah-harus-memelihara-rambutnya-dan-membiarkannya-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 09:29:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[all about nisa']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Wanita Muslimah harus memelihara rambutnya dan membiarkannya panjang, dan haram mencukur atau memotong kecuali karena darurat. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh Rahimahullah, Mufti kerajaan Saudi Arabia berkata, &#8220;Rambut kepala wanita tidak boleh dicukur (dipotong), berdasarkan hadits yang diriwayatkan An Nasa&#8217;i dalam Sunannya dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu&#8217;anhu, dan diriwayatkan Al Bazzar dalam Musnadnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=41&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- A	 {	color : #333399;   	text-decoration : none; }  A:hover  {	color: #FF9900;  	text-decoration : none;  }  BODY  {	                 p style="margin-top: 12.0pt";                 p style="margin-bottom: 12.0pt"; } BODY  {	 	margin-top : 12.0pt; 	margin-bottom : 12.0pt; 	font-size: 11pt; 	font-family : helvetica, arial, tahoma, verdana, sans serif; 	font-style : normal; 	font-weight : normal; 	text-decoration : none;                 text-align : justify; } body { 	scrollbar-face-color: #0060A0; 	scrollbar-shadow-color: #ffffff; 	scrollbar-highlight-color: #Ffffff; 	scrollbar-3dlight-color: #Ffffff; 	scrollbar-darkshadow-color: #Ffffff; 	scrollbar-track-color: #FFFFFF; 	scrollbar-arrow-color: #ffffff; } .judulmenu { 	width:137px; 	height:27px; 	font-size: 10pt; 	font-family : Tahoma, verdana, arial, helvetica, sans serif; 	font-weight : bold; 	color:#FFFFFF; } .judulartikel { 	background-color: #F0F0F0; 	font-weight:bold; 	font-size:12pt; 	border:solid 1px #AEAEAE; 	padding:2px; 	text-align:center; } .menu {	 	font-size: 10pt; 	font-family : Trebuchet MS,Tahoma,verdana, arial, helvetica, sans serif; 	font-style : normal; 	font-weight : normal; 	text-decoration : none; 	text-align:left; 	border-bottom:solid 1px #4DC752; 	padding:5px; } hr { 	color:#AEAEAE; 	height:1; } img { 	border:0px none; } .bodyisi { 	border-top:solid 1px #4DC752; 	border-left:solid 1px #4DC752; 	border-right:solid 1px #4DC752; 	border-bottom:solid 1px #4DC752;  	padding:10px; 	font-family:Trebuchet MS,verdana; 	font-size:9pt; 	background-color:#FFFFFF } .isi { 	border:0px none; 	padding:10px; 	font-family:Trebuchet MS,verdana; 	font-size:9pt; 	background-color:#FFFFFF } .klik { 	background-color: #FF9900; 	border-top: 1px solid #FCFCFC;  	border-left: 1px solid #FCFCFC;  	border-bottom: 1px solid #FCFCFC;  	border-right: 1px solid #FCFCFC;  	font-weight: bold;  	font-size: 10pt;  	color: #FFFFFF;  	font-family: verdana, tahoma, arial, helvetica, sans-serif;  	 }  .kotak  { 	border-left: #CECECE 1px solid;  	border-right:  #CECECE 1px solid;  	border-top: #CECECE 1px solid;  	border-bottom: #CECECE 1px solid;  	font-weight: normal;  	font-size: 10pt;  	color: #000000;  	font-family: verdana, tahoma, arial, helvetica, sans-serif;  	background-color: #0000ff; } .list  { 	width: 100%; 		font-size:10pt; 	font-family: Trebuchet MS,Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; } .list ul { 	margin: 1 1 1 13; 	padding: 1; 	list-style-type: square;  } .list li  { 	margin: 0 0 1px 0; 	color: #FF9900; } .list a  { 	text-decoration:none; 	color:#003366; }  } .list a:hover  { 	color: #ff9900; 	text-decoration:underline; } .tanggal { 	color : #FFFFFF; 	font-size : 10pt; 	text-align: right; 	font-family : verdana, arial, helvetica, sans serif; 	font-style : normal; 	font-weight : normal; 	text-decoration : none; 	padding-top: 5px; 	padding-right: 5px; } table { 	background-color: #FFFFFF; 	border:0px; 	padding:0; 	 } td { 	color : #000000; 	font-size : 10pt; 	text-align: justify; 	font-family : verdana, arial, helvetica, sans serif; 	font-style : normal; 	font-weight : normal; 	text-decoration : none; 	margin-top : 0; 	vertical-align:top; }      --></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Wanita Muslimah harus memelihara rambutnya dan  membiarkannya panjang, dan haram mencukur atau memotong kecuali karena darurat.  Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh Rahimahullah, Mufti kerajaan Saudi Arabia  berkata, &#8220;Rambut kepala wanita tidak boleh dicukur (dipotong), berdasarkan  hadits yang diriwayatkan An Nasa&#8217;i dalam Sunannya dari Ali bin Abi Thalib  Radhiallahu&#8217;anhu, dan diriwayatkan Al Bazzar dalam Musnadnya dengan sanadnya  dari Utsman bin Affan Radhiallahu&#8217;anhu, serta diriwayatkan Ibnu Jarir dengan  sanadnya dari Ikrimah Radhiallahu&#8217;anhu, mereka berkata,</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">&#8220;Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam melarang wanita  mencukur (memotong) rambutnya.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#010101;"><span id="more-41"></span><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">(<strong><span style="text-decoration:underline;">Kaidah</span></strong>: Suatu larangan jika datangnya  dari nabi Shalallahu&#8217;alaihi wasallam maka bentuk larangan itu menetapkan hukum  pengharaman selagi tidak ada dalil lain yang menentangnya.)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Mulla Ali Qari dalam kitabnya Al Mirqat Syarh Al Misykat  berkata: Kata penulis Al Misykat, &#8220;Sekiranya wanita mencukur (memotong)  rambutnya&#8221;, yang demikian itu karena rambut panjang mengurai ke belakang yang  merupakan kekhasan bagi wanita. Ditinjau dari bentuk dan keindahannya adalah  laksana jenggot yang merupakan kekhasan bagi lelaki&#8221; [Syaikh Muhammad Ibrahim,  Majmu' Fatawa 2/49]</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Adapun memotong rambut wanita jika hal itu bukan untuk  tujuan mempercantik diri, seperti karena ketidak mampuan membiayai perawatan  rambut atau karena rambut itu panjang sekali dan merepotkan, maka tidak mengapa  memotongnya sebatas keperluan, seperti yang pernah dilakukan sebagian  istri-istri nabi Shallallahu&#8217;alaihi wasallam sepeninggal beliau, dikarenakan  mereka tidak lagi butuh mempercantik diri (untuk beliau) dan tidak butuh lagi  untuk memanjangkan rambut.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Namun, jika tujuan wanita memotong rambutnya adalah  untuk meniru-niru trend wanita kafir atau fasiq, atau untuk meniru-niru lelaki,  maka tidak diragukan lagi bahwa itu diharamkan karena adanya larangan tasyabbuh  (berlaku serupa) dengan orang-orang kafir secara umum, disamping larangan bagi  wanita menyerupai lelaki. Juga jika tujuannya adalah untuk berhias diri di mata  selain mahramnya, zhahirnya dalil bahwa hal itu tidak boleh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Guru kami, Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi dalam  kitabnya Adhwa&#8217; Al Bayan mengatakan, &#8220;Kebiasaan yang berlaku di berbagai negara,  yaitu wanita memangkas rambutnya sampai pendek hampir di pangkal rambut,  kebiasaan ini adalah mode tradisi Eropa yang menyimpang dari apa yang dilakukan  wanita Islam dan wanita Arab sebelum datangnya Islam. Hal ini termasuk  penyimpangan dari agama, akhlak (etika), kepribadian, dan  lain-lainnya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Selanjunya beliau memberikan jawaban tentang hadits,  &#8220;Bahwa istri-istri nabi Shallallahu&#8217;alaihi wasallam memotong sebagian rambut  kepala mereka hingga tipis seakan tidak meleibihi dua daun telingan&#8221;: Bahwasanya  istri-istri nabi Shallallahu&#8217;alaihi wasallam memendekkan rambut kepala mereka  hal itu tak lain adalah karena dahulunya semasa bersama nabi mereka berhias diri  untuk nabi. Sedang hiasan terindah mereka adalah rambut mereka. Adapun setelah  wafat beliau maka mereka memiliki kekhususan hukum yang tidak seorangpun dari  wanita sedunia boleh disamakan dengan mereka. Yaitu, bahwa mereka sudah tidak  ada harapan lagi sedikitpun untuk menikah lagi. Sedangkan terputusnya harapan  mereka untuk menikah lagi itu adalah rasa keterputusan harapan yang tak  tercampur sedikitipun oleh keinginan-keinginan birahi. Jadi mereka bagaikan  wanita yang masih terus menjalani masa iddahnya sepeninggal suami yang terus  terkurung sampai meninggal karena (ditinggal) nabi Shallallahu&#8217;alaihi wasallam.  Dalam hal ini Allah Subhanahu wata&#8217;ala berfirman, </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#010101;font-size:x-large;">وَلا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا  إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">&#8220;dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya  selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar  (dosanya) di sisi Allah.&#8221; (Al Ahzab: 53)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Sedangkan keterputusan harapan secara total dari  dinikahi lelaki kadangkala menjadi sebab adanya rukhshah (keringanan hukum)  untuk sedikit mengabaikan menghias diri, yang hal itu tidak dibenarkan dengan  tanpa adanya sebab itu&#8221; [Adhwa' Al Bayan 5/598-601]</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Maka hendaknya wanita memelihara dan merawat dengan baik  rambutnya dan mengelabangnya tiga, dan tidak boleh menggelungnya jadi satu di  atas kepala atau kuduknya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu&#8217; Fatawa 145  berkata, &#8220;Sebagaimana apa yang sengaja dilakukan oleh sebagian wanita tuna  susila dengan mengepang rambutnya jadi satu terhulur antara kedua  pundaknya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Syaikh Muhammad bin Ibrahim Rahimahullah, Mufti kerajaan  Saudi Arabia mengatakan, &#8220;Adapun yang dilakukan wanita di kalangan umat Islam di  masa kini dengan menyisir rambutnya berbelah dua dan mengelungnya jadi satu  dikuduknya atau di atas kepalannya, seperti yang dilakukan wanita Eropa, hal ini  tidak boleh karena pada perbuatan itu terdapat unsur meniru-niru wanita di  kalangan masyarakat kafir.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#010101;font-size:x-large;">صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا بَعْدُ،  قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ،  وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ  كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ  رِيْحَهَا وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا  وَكَذَا</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">“Ada dua golongan dari penduduk Neraka yang keduanya  belum pernah aku lihat, pertama: satu kaum yang memiliki cemeti-cemeti seperti  ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua: para wanita yang  berpakaian tapi telanjang, mereka menyimpangkan lagi menyelewengkan orang dari  kebenaran. Kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring/condong. Mereka  ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wangi surga, padahal wangi  surga sudah tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR. Muslim no.  5547)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Sebagian ulama menafsiri kata <em>ma&#8217;ilat mumilat</em> dengan arti bahwasanya mereka merias dan menyisir rambut mereka dengan tata rias  dan sisiran melengkuk-lengkuk layaknya tatarias rambut wanita tuna susila dan  mereka merias dan menyisir wanita lain seperti itu. Inilah gaya tata rias rambut  wanita Eropa dan wanita di kalangan umat Islam yang mengikuti langkah mereka.  [Majmu' Fatawa Asy Syaikh Muhammad bin Ibrahim 2/47. Lihat juga Al Idhah wat  Tabyin Syaikh Mahmud Tuwaiji hal 85]</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Sebagaimana halnya wanita Muslimah dilarang mencukur  atau memendekkan rambutnya tanpa adanya kebutuhan (yang dibenarkan syariat), ia  pun dilarang menyambung dan menambahnya dengan rambut lain berdasarkan hadits di  dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#010101;font-size:x-large;">وعن أسماء رَضِيَ اللَّهُ عَنْها أن امرأة سألت النبي  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فقالت: يا رَسُول اللَّهِ إن ابنتي أصابتها  الحصبة فتمرق شعرها وإني زوجتها أفأصل فيه؟ فقال: &lt;لعن الواصلة والموصولة&gt;  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">&#8220;Dari Asma&#8217; radhiallahu &#8216;anha bahwasanya ada seorang  wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu&#8217;alaihi wasallam lalu berkata: &#8220;Ya  Rasulullah, sesungguhnya anak saya perempuan itu terkena penyakit campak lalu  rontoklah rambutnya dan saya sudah mengawinkannya, apakah boleh saya hubungkan  rambutnya itu dengan rambut orang lain -dengan diberi cemara dan sebagainya?&#8221;  Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Allah melaknat kepada orang  yang menghubungkan rambut dengan rambut orang lain dan melaknat pula kepada  orang yang rambutnya dihubungkan dengan rambut orang lain.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih) </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Di samping itu, menyambung rambut dengan rambut lain  adalah tindakan pemalsuan. Termasuk penyambungan rambut yang diharamkan adalah  mengenakan wig (rambut palsu; sanggul; konde) seperti yang dikenal di masa  kini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Imam Al Bukhari, Muslim, dan lainnya meriwayatkan bahwa  Mu&#8217;awiyah Radhiallahu&#8217;anhu sesampainya di Madinah berpidato dan mengeluarkan  seikat rambut yang tertata -atau seikat jambul- lalu berkata, &#8220;Mengapa  wanita-wanita kamu memasang di kepala mereka semacam ini? saya mendengar  Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam bersabda,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">&#8220;Tidaklah seorang wanita memasang di kepalanya rambut  dari rambut-rambut lainnya hal itu adalah suatu pemalsuan.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">[Dinukil dari kitab Tanbiihat 'ala Ahkam Takhtash bil  Mukminat, Penulis Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan, Edisi  Indonesia Sentuhan Nilai Kefiqihan Untuk Wanita Beriman, Diterbitkan oleh Kantor  Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta, hal.  14-18]</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Penulis : </span><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Syaikh Shalih bin  Fauzan bin Abdullah Al Fauzan</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;">Sumber : sunniy.wordpress.com<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=41&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/11/01/wanita-muslimah-harus-memelihara-rambutnya-dan-membiarkannya-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KB untuk kepentingan tarbiyah anak</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/22/kb-untuk-kepentingan-tarbiyah-anak/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/22/kb-untuk-kepentingan-tarbiyah-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 06:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic corner]]></category>
		<category><![CDATA[medical]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Apakah dibolehkan menggunakan obat pencegah kehamilan untuk mengatur/menjarangkan kehamilan dengan tujuan agar dapat mendidik anak yang masih kecil? Jawab: Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah menjawab, &#8220;Tidak boleh menggunakan obat pencegah kehamilan kecuali dalam keadaan darurat, apabila memang pihak medis/dokter menyatakan kehamilan berisiko pada kematian ibu. Namun menggunakan obat pencegah kehamilan dengan tujuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=33&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya: Apakah dibolehkan menggunakan obat pencegah kehamilan untuk mengatur/menjarangkan kehamilan dengan tujuan agar dapat mendidik anak yang masih kecil?</p>
<p>Jawab: Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah menjawab, &#8220;Tidak boleh menggunakan obat pencegah kehamilan kecuali dalam keadaan darurat, apabila memang pihak medis/dokter menyatakan kehamilan berisiko pada kematian ibu. Namun menggunakan obat pencegah kehamilan dengan tujuan menunda sementara kehamilan yang berikutnya, tidaklah terlarang bila.. <span id="more-33"></span>memang si ibu membutuhkannya. Misalnya karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk hamil dalam interval waktu yang berdekatan, atau bila si ibu hamil lagi akan memudaratkan anak/bayinya yang masih menyusu. Dengan ketentuan, obat tersebut tidak memutus/menghentikan kehamilan sama sekali, tapi hanya sekedar menundanya. Bila memang demikian tidaklah terlarang sesuai dengan kebutuhan yang ada, dan tentunya setelah mendapat saran dari dokter spesialis kandungan.&#8221;  (Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatisy Syaikh Shalih bin Fauzan, 3/175)</p>
<p>Penjelasan Ustadz Dzulqarnain dari milis nashihah@yahoogroups.com sebagai berikut:</p>
<p>Pertama, di antara maksud dan tujuan pernikahan adalah untuk<br />
meningkatkan nilai ibadah kepada Allah, memperoleh keturunan dan<br />
melaksanakan perintah Nabi shallallâhu `alaihi wa sallam yang bertutur,<br />
&#8220;Nikahilah perempuan yang dapat banyak melahirkan lagi penyayang,<br />
sebab saya berbangga dengan umatku yang banyak.&#8221; (Dikeluarkan oleh<br />
Ahmad, Abu Daud dan An-Nasa`iy dari Hadits Ma&#8217;qil bin Yasar.<br />
Dishohihkan oleh Al-Albany.)</p>
<p>Dari keterangan di atas, nampak bahwa hukum asal dalam menggunakan KB<br />
adalah hal yang tidak diperbolehkan.</p>
<p>Dua, bila seseorang perempuan mempunyai udzur –karena suatu penyakit,<br />
membahayakan anak-anaknya dan semisalnya- maka hal tersebut<br />
diperbolehkan. Hal tersebut karena kaidah dasar agama kita yang tidak<br />
membebani seorang hamba kecuali sesuai dengan kemampuannya sebagaimana<br />
ditunjukkan oleh dalil-dalil yang sangat banyak.</p>
<p>Namun bagi siapa yang ber-KB karena udzur, hendaknya yang memasang<br />
alat KB dokter yang ahli sehingga tidak mengganggu siklus haidnya yang<br />
merupakan penentuan ibadah sholat dan puasanya.<br />
Demikian kesimpulan yang saya pahami dari keterangan ulama dan<br />
guru-guru kami dari ulama besar di masa ini. Wallahu A&#8217;lam.<br />
Semoga jawaban ini bermanfaat. Wallâhu Al-Muwaffiq.</p>
<p>Barokallahu fiikum</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=33&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/22/kb-untuk-kepentingan-tarbiyah-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hukum keputihan</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/22/hukum-keputihan/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/22/hukum-keputihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 06:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[all about nisa']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/22/hukum-keputihan/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah jawaban dari Al-Ustadz &#8216;Abdul Barr hafizhahullaahu tentang permasalahan keputihan: Keputihan itu membatalkan wudhu&#8217;. Cara menyucikannya dengan membersihkan badan dan pakaian yang terkena keputihan tersebut, kemudian berwudhu&#8217;. Jika ia tetap keluar, maka diberi keringanan akan hal tersebut. Demikian dari Al-Ustadz &#8216;Abdul Barr. Barakallahu fiikum<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=30&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah jawaban dari Al-Ustadz &#8216;Abdul Barr hafizhahullaahu<br />
tentang permasalahan keputihan:</p>
<p>Keputihan itu membatalkan wudhu&#8217;. Cara menyucikannya dengan<br />
membersihkan badan dan pakaian yang terkena keputihan tersebut,<br />
kemudian berwudhu&#8217;. Jika ia tetap keluar, maka diberi keringanan akan<br />
hal tersebut.</p>
<p>Demikian dari Al-Ustadz &#8216;Abdul Barr. Barakallahu fiikum</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=30&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/22/hukum-keputihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mata kuliah sexuologi</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/20/mata-kuliah-sexuologi/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/20/mata-kuliah-sexuologi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 15:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik_euy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/20/mata-kuliah-sexuologi/</guid>
		<description><![CDATA[Sexuologi???? gludhakz&#8230;gludhakz.. Pertama kali ikut kuliahnya waduh gak kebayang bakalan heboh mesti,,, kayaknya menyandang predikat mata kuliah paling laris semester ini,,, dr hampir semua temen seangkatan plus adek2 semester bwh jg,,, full rame, desek2an, hipoksia, rebutan kursi,,, weleh&#8230; Itulah salah satu mata kuliah pilihan semester akhir ditempat kami. But remember SEXUOLOGY IS NOT PORNOGRAPHY. Dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=24&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sexuologi???? gludhakz&#8230;gludhakz..<br />
Pertama kali ikut kuliahnya waduh gak kebayang bakalan heboh mesti,,, kayaknya menyandang predikat mata kuliah paling laris semester ini,,, dr hampir semua temen seangkatan plus adek2 semester bwh jg,,, full rame, desek2an, hipoksia, rebutan kursi,,, weleh&#8230;</p>
<p><span id="more-24"></span> Itulah salah satu mata kuliah pilihan semester akhir ditempat kami.<br />
But remember  SEXUOLOGY IS NOT PORNOGRAPHY. Dari awal pertemuan dijelaskan perbedaan sexuologi dan pornografi. Meskipun sama-sama membahas masalah seksual manusia, pd sexuologi bertujuan memberikan informasi secara ilmiah, terbebas dari maksud memancing dan membangkitkan nafsu birahi. Meskipun tidak bermaksud memancing, tp disini kembali ke individunya juga,,, plus dosen pengampunya  -pakar sexuo Solo, katanya-  yg full expressive bgt ngasih kuliahnya,,,, harus byk2 istighfar nih!!!<br />
Di pertemuan2 selanjutnya pembahasan mulai mendetail dgn byk istilah2 seperti orgasme, ereksi, woman in top, side by side de el el&#8230;<br />
Pentingnya sexuologi untuk dikuliahkan mengingat banyaknya kasus-kasus penyakit yang berlatang belakang dari gangguan seksual dimana sebagian besar gangguan seksual sendiri diakibatkan faktor kejiwaan.<br />
Dari sini dapat diambil pelajaran  antara lain seperti pengharaman sex anal, dimana kita ketahui terdapat larangan mendatangi istri dari belakang (urutan anatomi wanita dari depan ke belakang: saluran urin-vagina-anus). Ternyata penyebaran AIDS paling tinggi terjadi melalui sex anal dibanding sex oral. Di anus susunannya berupa otot-otot, tidak ada proses lubrikasi sebagai pelumas, sehingga permukaan mukosa anus akan mudah berdarah saat penetrasi (masuknya alat kelamin pria) dimana dlm keadaan ereksi –tegang, keras- . Di sisi lain, menurut penelitian  kenikmatan yang didapatkan dari sex anal ini lebih besar dari sex vaginal. Hal ini menjadi peringatan bahwa bukan kenikmatan saja yang dikejar tetapi juga memperhatikan resiko dan pengaruhnya di kemudian hari.</p>
<p>Kita ketahui bahwa circum sisi atau khitan pada laki-laki bertujuan untuk membuang preputium sebagai sumber penyakit. Sunnah ini banyak mendapat pertentangan dari orang2 diluar islam -seperti yg diceritakan sepupu saya di Udayana yg menyebutkan sebagian besar dosen2nya menentang circumsisi dengan alasan mengurangi kenikmatan saat berhubungan-. Pakar sexuologi menyebutkan bahwa pusat kenikmatan itu berada di otak (pikiran), bukan panjang-pendek, obat kuat atau yg lainnya.</p>
<p>Pengetahuan seperti ini bukanlah hal yang tabu, tapi penting bagi siapa saja untuk mempelajarinya sebagai pendidikan seks yang benar. Sebagai contoh ada seorang pasien pasangan baru yg kurang pengetahuan akan pendidikan seks hingga saat malam pertama sang wanita yang begitu ketakutan sampai-sampai clitoris-nya (bagian alat kelamin wanita bagian luar) sobek hingga harus dijahit.<br />
Wallahu’alam bishowab&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=24&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/20/mata-kuliah-sexuologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>naskah publikasi</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/20/naskah-publikasi/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/20/naskah-publikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 15:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/20/naskah-publikasi/</guid>
		<description><![CDATA[PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH APEL TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH HIPERGLIKEMIK AKIBAT ALOKSAN THE EFFECT OF APPLE JUICE ON THE BLOOD GLUCOSE OF HYPERGLYCEMIC WHITE RAT CAUSED BY ALLOXAN Abstract : Apple juice contains flavonoids compound known as hypoglycemic agents. The aim of this research is to know the effect of apple juice on [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=22&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH APEL TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH HIPERGLIKEMIK AKIBAT ALOKSAN<br />
THE EFFECT OF APPLE JUICE ON THE BLOOD GLUCOSE OF HYPERGLYCEMIC WHITE RAT CAUSED BY ALLOXAN</p>
<p><span id="more-22"></span></p>
<p>Abstract : Apple juice contains flavonoids compound known as hypoglycemic agents. The aim of this research is to know the effect of apple juice on the blood glucose in hyperglycemic white rat caused by alloxan. This research is an experimental one with pre- and post-test  control group design. The subjects were twenty five Wistar male white rats selected by a simple random technique. They are divided into 5 groups, negative control group, positive control group, glybenclamide group, and three treatments of apple juice groups ( dose 1,8 gr/200grBB ; 3,6 gr/200grBB ; 7,2 gr/200grBB). Blood glucose were measured by Spektrofotometer in the first day as GD1, in the third day after alloxan was given as GD2 and the last, after treatment at five groups in the tenth day. The data were analyzed by Anova test followed by Post Hoc Test using SPSS for Windows Release 16.0 program. The results of this research show that (1) there is decrease of blood glucose in all groups; (2) there is significant difference between five groups (p&lt;0,05) by Anova; (3) there is significant difference between negative control group and all apple juice treatment groups by Post Hoc Test. Based on the results of the analyzes, a conclusion is drawn that apple juice is able to decrease blood glucose in hyperglycemic white rat  caused by alloxan and its hypoglycemic effect equivalent with glybenclamide’s effect.</p>
<p>Keywords : apple juice, blood glucose, white rat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=22&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/20/naskah-publikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>iklan ma&#8217;had</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/16/iklan-mahad/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/16/iklan-mahad/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 08:31:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik_euy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/16/iklan-mahad/</guid>
		<description><![CDATA[MEMBUKA PENDAFTARAN KELAS BARU PROGRAM BAHASA ARAB &#38; TAHFIDZ ALQURAN MA’HAD ‘ILMI ABU HUROIROH WISMA KESUMA ISLAM KEDOKTERAN, JL.ANTARIKSA02/XVII NGORESAN, JEBRES, SURAKARTA Syarat Pendaftaran -muslim / muslimah -bisa membaca AlQuran -bea pendaftaran Rp20.000,- -mengisi formulir pendaftaran -siap mengikuti jadwal kajian Jadwal Kajian (bisa memilih) -Pagi jam 6-7.30 wib (bhs Arab &#38; tahfidz putri) -Siang jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=15&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEMBUKA PENDAFTARAN KELAS BARU<br />
PROGRAM BAHASA ARAB &amp; TAHFIDZ ALQURAN<br />
MA’HAD ‘ILMI ABU HUROIROH<br />
WISMA KESUMA ISLAM KEDOKTERAN, JL.ANTARIKSA02/XVII<br />
NGORESAN, JEBRES, SURAKARTA</p>
<p>Syarat Pendaftaran<br />
-muslim / muslimah<br />
-bisa membaca AlQuran<br />
-bea pendaftaran Rp20.000,-<br />
-mengisi formulir pendaftaran<br />
-siap mengikuti jadwal kajian</p>
<p>Jadwal Kajian (bisa memilih)<br />
-Pagi jam 6-7.30 wib (bhs Arab &amp; tahfidz putri)<br />
-Siang jam 14.00-ashar (bhs Arab)<br />
-Ba’da ashar – selesai (bhs Arab &amp; tahfidz putra)</p>
<p>Materi Belajar<br />
- Durusul Lughoh<br />
- Muyassar fi’ilmi Nahwi<br />
- Mulakhos Qowaidullughoh<br />
- Amtsilah Tasrifiyah<br />
- Jurumiyah<br />
- Al Kaafi<br />
- Tufatus Saniyah</p>
<p>Staf Pengajar<br />
- Al Ustadz Jauhari,Lc. (tafsir&amp;tajwid)<br />
- Al Ustadz  Abu Yahya Al Maidani (Manhaj&amp;akhlaq)<br />
- Al Ustadz Muslim (Aqidah)<br />
- Al Ustadz Abu Harits (Tahfidz&amp;tajwid)<br />
- Al Ustadz Fauzan (Bahasa Arab putra)<br />
- Al Ustadz Sukadi (Bahasa Arab putra)<br />
- Abu Abdirrahman (Bahasa Arab putra)<br />
- Ummu Abdillah ( Bahasa Arab putri)<br />
- Ummu Aisyah (Tahfidz putri)</p>
<p>CP = 	ikhwan 085642494668<br />
	akhwat	081548626135 </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=15&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/16/iklan-mahad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Habbatus Saudâ’ Menyembuhkan Segala Penyakit?</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/15/habbatus-sauda%e2%80%99-menyembuhkan-segala-penyakit/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/15/habbatus-sauda%e2%80%99-menyembuhkan-segala-penyakit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 15:13:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[medical]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[  Apakah Habbatus Saudâ’ Menyembuhkan Segala Penyakit? Dr. ‘Abdul Jawwâd Ash-Shôwî berkata, “Kaum muslimin mempercayai hadits-hadits tentang habbatus saudâ’. Para ulama berbeda-beda dalam menjelaskan hadits-hadits tersebut :Sebagian ulama berkata bahwa keumuman penyembuhan yang meliputi segala penyakit, sebagaimana yang bisa dipahami dari redaksi hadits-hadits tersebut secara zhohir, bukanlah yang dimaksudkan, akan tetapi habbatus saudâ’ itu menyembuhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=13&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><span>Apakah Habbatus Saudâ’ Menyembuhkan Segala Penyakit?<br />
</span><span>Dr. ‘Abdul Jawwâd Ash-Shôwî berkata, “Kaum muslimin mempercayai hadits-hadits tentang habbatus saudâ’.</p>
<p>Para ulama berbeda-beda dalam menjelaskan hadits-hadits tersebut :</span><span>Sebagian ulama berkata bahwa keumuman penyembuhan yang meliputi segala penyakit, sebagaimana yang bisa dipahami dari redaksi hadits-hadits tersebut secara zhohir, bukanlah yang dimaksudkan, akan tetapi habbatus saudâ’ itu menyembuhkan sebagian penyakit saja.<br />
</span><span>Hadits tersebut menggunakan gaya ungkapan yang bisa dikategorikan sebagai al-‘âm yurôdu bihi `l-khôsh (kalimat umum, tetapi dimaksudkan untuk makna khusus).<span id="more-13"></span></span></p>
<p><span>Sebagian ulama lain mengatakan bahwa pada dasarnya kalimat yang bersifat umum, seharusnya kita pahami sesuai dengan keumumannya, selama tidak ada korelasi kuat yang memalingkan dari makna tersebut. Karena itu, para ulama yang berpendapat demikian menguatkan khasiat habbatus saudâ’ dalam penyembuhan segala jenis penyakit. Berbagai riset modern membuktikan bahwa sistem kekebalan mampu memberikan penyembuhan yang akurat dan spesifik bagi setiap penyakit yang menyerang tubuh, dengan cara mengaktifkan kekebalan spesifik yang terdapat di sel-sel limphoid (limfosit) yang memproduksi antibodi dan sel-sel pembunuh spesifik untuk setiap penyakit.</p>
<p>Adapun habbatus saudâ’ memiliki pengaruh kuat dalam mengaktifkan dan menguatkan sistem kekebalan ini, sehingga dengan demikian habbatus saudâ’ bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Dengan demikian, kita bisa memakai makna zhohir dari nash-nash hadits tersebut tetap pada keumuman maknanya.</p>
<p></span><span>Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan beberapa penjelasan para ulama kita terdahulu mengenai hadits-hadits ini, kemudian penjelasan ringkas mengenai sistem kekebalan, didukung dengan ringkasan beberapa hasil eksperimen mengenai pengaruh habbatus saudâ’ terhadap sistem kekebalan tubuh ini, kemudian menjelaskan sisi kemukjizatan ilmiah yang terkandung dalam hadits-hadits ini.</span><span>Nash-nash yang Meriwayatkan</p>
<p>Pemakaian Habbatus Saudâ’,</span><span>Bukhôrî meriwayatkan dari ‘<span>Ai</span>syah <em>radhiyallahu anha</em> bahwa ia pernah mendengar Nabi <em>Shallallahu&#8217;Alaihi Wasallam</em>. bersabda :</span><span> </span><span>“Sungguh dalam habbatus saudâ’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sâm.” Saya bertanya, ‘Apakah as-sâm itu?’ Beliau menjawab, ‘Kematian’.”<sup>352</sup>)</span><span>Dalam riwayat Muslim :</span><span> </span><span>“Tidak ada satu pun penyakit, kecuali obatnya terdapat pada habbatus saudâ’, kecuali kematian.”<sup>353</sup>)</p>
<p></span><span>Penjelasan Para Ulama terhadap Hadits-hadits tentang Habbatus Saudâ’<br />
</span><span>Para</span><span> ulama muslim terdahulu berbeda pendapat dalam menafsiri hadits-hadits ini, sesuai dengan pengetahuan yang ada pada masa mereka. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud bukan makna umum, melainkan dimaksudkan untuk makna khusus.</span><span>Al-Munâwî berkata, “Ia menyembuhkan segala penyakit yang timbul karena adanya unsur basah (ruthûbah).</p>
<p>Tetapi, habbatus saudâ’ tidak dikonsumsi sendirian sebagai obat, melainkan kadang-kadang digunakan campuran obat lain dan kadang-kadang digunakan sendiri tanpa campuran, tergantung kebutuhan penyakit.”</span><span>Ibnu Hajar Al-‘Asqolânî juga berkomentar seperti di atas, hanya saja menambah komentar mengenai “setiap penyakit”. Kata beliau, “Maksudnya setiap penyakit yang bisa diobati dengannya, karena sesungguhnya habbatus saudâ’ ini bermanfaat untuk mengatasi penyakit-penyakit yang disebabkan unsur dingin (bârid).</p>
<p>Adapun penyakit-penyakit yang disebabkan oleh unsur panas (hârr), tidak bisa.”</span><span>Al-Khoththôbî berkata, “Itu termasuk kategori kalimat umum, tetapi dimaksudkan untuk makna khusus. Sebab, tidak ada tumbuhan yang memiliki bersifat menghimpun segala karakter yang bisa menghadapi segala karakter lain dalam mengobati semua penyakit dengan kebalikannya.</p>
<p>Tetapi, yang dimaksudkan adalah penyembuh segala penyakit yang terjadi disebabkan oleh adanya unsur basah (ruthûbah).”</span><span>Abû Bakar bin Al-‘Arobî berkata, “Menurut para dokter, madu lebih mendekati untuk dikatakan ‘bisa menyembuhkan segala macam penyakit’, dibandingkan habbatus saudâ’. Jika firman Alloh mengenai madu ‘di dalamnya terdapat kesembuhan’ dimaksudkan untuk sebagian besar penyakit, maka habbatus saudâ’ pun lebih tepat bila ditafsiri demikian.”</span><span>Adapun penulis kitab Tuhfatu Al-Ahwadzî yang tetap menaf-siri hadits-hadits di atas sesuai dengan keumuman maknanya, mengatakan, “Hadits-hadits Nabi tersebut harus dipahami sesuai dengan keumumannya, karena dalam hadits tersebut terdapat sabda beliau ‘kecuali kematian’.</p>
<p>Seperti firman Alloh, ‘Demi masa. Sungguh, manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal sholih, saling berwasiat dengan kebenaran, dan saling berwasiat dengan kesabaran’.”</span><span>Kemudian ia berkata lagi, “Abû Muhammad bin Abî Hamzah berkata, ‘Banyak orang memperbincangkan makna hadits ini. Mereka mengkhususkan keumuman maknanya, dengan mengi-kuti pendapat para pakar kedokteran dan ahli eksperimen. Tidak diragukan, pendapat seperti itu keliru.</p>
<p>Sebab, jika kita percaya kepada pakar kedokteran -sedangkan kebanyakan ilmu mereka didasarkan pada eksperimen, yang berlandaskan dugaan kuat (hipotesis)-, maka mempercayai Nabi yang tidak pernah berbicara berdasarkan hawa nafsu, melainkan berdasarkan wahyu yang diwahyukan kepada beliau, lebih tepat daripada mempercayai pendapat mereka’.”<br />
</span><span>_________________________</span><span><span>352) <em>Sho<span style="text-decoration:underline;">h</span>î<span style="text-decoration:underline;">h</span>u</em> <em>Al-Bukhôrî </em>(5687).</span><span>353) <em>Sho<span style="text-decoration:underline;">h</span>î<span style="text-decoration:underline;">h</span></em> <em>Muslim </em>(2215).</span></p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=13&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/15/habbatus-sauda%e2%80%99-menyembuhkan-segala-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batuk, Pilek, dan Diare tidak Perlu Antibiotik</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/15/batuk-pilek-dan-diare-tidak-perlu-antibiotik/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/15/batuk-pilek-dan-diare-tidak-perlu-antibiotik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 15:06:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[medical]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[PENGGUNAAN antibiotik di Indonesia memang nyaris tanpa arahan. Banyak dokter memberikan antibiotik kepada pasien, padahal penyakit yang diderita mereka sebetulnya tidak memerlukan antibiotik. Indonesia memang belum memiliki standar baku mengenai penggunaan antibiotik, sementara di luar negeri penatalaksanaannya untuk setiap penyakit telah dibakukan. Menurut peneliti mikrobiologi klinik dr Amin Soebandrio PhD dari Bagian Mikrobiologi FKUI/RSUPN Cipto [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=10&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGGUNAAN antibiotik di Indonesia memang nyaris tanpa arahan. Banyak dokter memberikan antibiotik kepada pasien, padahal penyakit yang diderita mereka sebetulnya tidak memerlukan antibiotik. Indonesia memang belum memiliki standar baku mengenai penggunaan antibiotik, sementara di luar negeri penatalaksanaannya untuk setiap penyakit telah dibakukan.</p>
<p class="MsoNormal"><span><span id="more-10"></span><br />
Menurut peneliti mikrobiologi klinik dr Amin Soebandrio PhD dari Bagian Mikrobiologi FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, di negara-negara maju penggunaan antibiotik ada aturannya untuk memperkecil efek samping dari penyakitnya.</span></p>
<p>&#8220;Di kalangan internasional, khususnya di negara maju, telah diberlakukan peraturan perusahaan dalam mengendalikan antibiotik ini. Karena semua pengobatan yang menggunakan antibiotik telah dibakukan dalam <em>appropriate antibiotic therapy</em> (AAT).&#8221;</p>
<p>AAT tersebut, kata Amin, merupakan panduan agar tepat indikasinya. Amin memberi contoh seorang pasien yang terkena infeksi, apakah perlu diobati dengan antibiotik?</p>
<p>&#8220;Bagaimana obatnya, dosisnya, <em>timing-nya</em> harus jelas. Misalnya, cara pemberian obatnya apakah per oral, disuntikkan atau dioleskan melalui salep. Waktunya apakah sehari dua kali atau sekali. Begitu juga soal meminumnya sebelum atau sesudah makan. Semua itu harus jelas.&#8221;</p>
<p>Biasanya, kata Amin, pasien yang seharusnya minum antibiotik untuk lima hari, hanya memakainya dua hari karena kondisinya sudah membaik. Penggunaan antibiotik seperti itu tidak tepat, karena akan menyebabkan risiko infeksi tidak sembuh. &#8220;Karena pasien terinfeksi bakteri baru yang resisten dalam antibiotik itu, pasien akan terjangkit penyakit lebih parah.&#8221;</p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan, fakta menyebutkan terdapat perbedaan dalam angka kematian akibat infeksi yang diobati dengan antibiotik secara tepat dan tidak tepat di rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Angka kematian akibat infeksi karena penggunaan antibiotik tidak tepat mencapai dua sampai tiga kali lipat dibanding penggunaan antibiotik secara tepat.&#8221;</p>
<p>Sayangnya, lanjutnya, di Indonesia tidak ada data detail tentang angka kematian itu.</p>
<p><strong>Efek samping<br />
</strong><br />
Amin mengatakan efek samping akibat pemberian antibiotik yang tidak tepat bisa dilihat dari pemberian dosisnya. Apabila dosis yang diberikan lebih tinggi atau lebih kuat akan mengakibatkan efek toksin (racun). Sedangkan pemberian dengan dosis rendah menyebabkan kuman menjadi resisten. Jadi, antibiotik harus diberikan secara tepat.</p>
<p>Pada obat-obat antibiotik yang kuat atau dosis tinggi, menurut Amin, bisa menyebabkan gangguan pada ginjal, tulang cepat keropos atau gigi mudah tanggal.</p>
<p>&#8220;Tren sekarang ini para dokter sering kali memberikan antibiotik untuk penyakit batuk, pilek, maupun diare. Padahal, penyakit semacam itu memiliki sifat bisa sembuh sendiri seiring membaiknya daya tahan tubuh. Sebab, ada juga batuk, pilek, maupun diare yang disebabkan virus. Sehingga pengobatan pun harus jeli dan tidak perlu menggunakan antibiotik.&#8221;</p>
<p><span>Demikian juga dengan penderita demam berdarah (DB), lanjut Amin, untuk menyembuhkannya tidak perlu menggunakan antibiotik melainkan dengan cairan infus untuk menaikkan trombosit dan obat penurun panas.</span></p>
<p>&#8220;Pemberian antibiotik baru dilakukan apabila virus dengue sudah menyerang paru-paru, dan dikhawatirkan akan terjadi infeksi nosokomial yang ada di rumah sakit.&#8221;</p>
<p>Ia menambahkan, selama ini argumentasi dokter memberikan antibiotik pada penyakit batuk, pilek, maupun diare supaya tidak terjadi infeksi sekunder. Padahal, tidak harus demikian cara pengobatannya.</p>
<p>Dalam kenyataan di lapangan apabila ada orang yang menggunakan antibiotik sembarangan atau penggunaannya tidak rasional, maka yang terjadi adalah bakteri-bakteri &#8216;baik&#8217; di dalam tubuh akan terganggu.</p>
<p>&#8220;Masalahnya bukan karena jodoh atau tidak obat itu ke dalam tubuh. Pemberian antibiotik yang terlalu sering dan tidak rasional menyebabkan bakteri patogen dan bakteri &#8216;baik&#8217; sama-sama terbasmi.</p>
<p>&#8220;Kalau bakteri baik terganggu, akibatnya ada beberapa bakteri yang berada di usus, kulit, saluran vagina maupun mulut ikut tereliminasi. Kalau bakteri &#8216;baik&#8217; ikut tereliminasi, maka akan menyebabkan diare atau sebaliknya susah buang air besar karena tidak ada bakteri baik yang memproses pembuangan.&#8221;</p>
<p>Sebab, kata Amin lagi, bagian-bagian tubuh tersebut sangat membutuhkan bakteri baik untuk keseimbangan. Demikian juga dengan kulit, akan menumbuhkan jamur-jamur karena bakteri baik tidak bisa bekerja maksimal.</p>
<p>Sedangkan pada mulut akan menumbuhkan sariawan. Orang yang sariawan selain kekurangan vitamin C juga akibat dari penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Pada saluran vagina juga akan timbul jamur yang menyebabkan keputihan.</p>
<p>Demikian juga dengan sakit gigi apabila ada lubang yang menimbulkan abses karena infeksi, adanya nanah dan bengkak baru diberikan antibiotik. Apabila sakit gigi hanya ngilu atau nyeri biasa tidak perlu diobati dengan antibiotik.</p>
<p>&#8220;Gigi yang nyeri bisa sembuh dengan sendirinya. Gigi dibersihkan dan apabila memang giginya sudah rusak bisa dicabut,&#8221; kata dokter Amin.</p>
<p>Sebetulnya, jelas Amin, sudah ada informasi mengenai aturan pakai beserta efek samping dalam penggunaan antibiotik. Untuk itu harus dipatuhi oleh dokter maupun pasien. Dosis bisa diberlakukan dengan melihat berat badan, usia, riwayat penyakit, dan yang diutamakan adalah penyakit yang disebabkan infeksi, bukan penyakit lainnya. (Nda/V-1)</p>
<p>Sumber: www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004051903121403</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=10&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/15/batuk-pilek-dan-diare-tidak-perlu-antibiotik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Kebiasaan Haid Berubah-ubah</title>
		<link>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/15/bila-kebiasaan-haid-berubah-ubah/</link>
		<comments>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/15/bila-kebiasaan-haid-berubah-ubah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 15:03:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[all about nisa']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alkhadijah.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu Apa yang harus dilakukan seorang wanita apabila ‘adah haidnya berubah-ubah, terkadang maju, terkadang mundur, atau terkadang bertambah dan di kali lain berkurang? Jawab: Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu menjawab, “Menurut mazhab Hambali, wanita yang mengalami kejadian seperti itu tetap berpegang dengan kebiasaan (‘adah) haid sebelumnya. Dia tidak beralih pada ‘adah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=7&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu</em></p>
<p><span class="fnu">Apa yang harus dilakukan seorang wanita apabila ‘adah haidnya berubah-ubah, terkadang maju, terkadang mundur, atau terkadang bertambah dan di kali lain berkurang?<span id="more-7"></span></span></p>
<p>Jawab:<br />
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di <em>rahimahullahu </em>menjawab, “Menurut mazhab Hambali, wanita yang mengalami kejadian seperti itu tetap berpegang dengan kebiasaan (‘<em>adah</em>) haid sebelumnya. Dia tidak beralih pada ‘<em>adah </em>yang baru sampai ‘<em>adah </em>yang baru tersebut berulang1.</p>
<p>Namun pendapat ini tidak dapat diamalkan, karena amalan manusia terus menerus berjalan di atas pendapat yang shahih yang disebutkan di dalam kitab Al-Inshaf. Tidak ada yang melapangkan bagi wanita selain mengamalkan pendapat yang shahih ini, yaitu bila seorang wanita melihat keluarnya darah haid dari kemaluannya maka ia berhenti dari mengerjakan shalat dan puasa. Bila ia melihat dirinya telah suci (darahnya tidak lagi keluar) dengan jelas, maka ia pun bersuci dengan mandi dan setelahnya boleh mengerjakan shalat. Sama saja dalam hal ini apakah ‘adahnya maju ataupun mundur. Sama saja apakah waktu haidnya bertambah (ataupun berkurang).</p>
<p>Misalnya, ‘<em>adah </em>(kebiasaan haid) si wanita lima hari namun ia melihat darahnya masih keluar sampai hari ketujuh, maka ‘adahnya sekarang beralih menjadi tujuh hari, tanpa menunggu berulangnya kejadian seperti ini pada masa haid di bulan berikutnya.</p>
<p>Inilah yang diamalkan oleh para wanita dari kalangan sahabat Rasulullah <em>radhiyallahu ‘anahuma</em>, semoga Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> meridhai mereka semuanya. Demikian pula wanita dari kalangan tabi’in. Sampaipun yang kami dapatkan dari guru-guru kami. Mereka tidaklah berfatwa kecuali dengan pendapat ini. Karena pendapat yang menyatakan seorang wanita tidak boleh beralih kepada ‘adah yang baru sampai ‘adah yang baru tersebut berulang sebanyak tiga kali merupakan pendapat yang tidak memiliki sandaran dalil, bahkan menyelisihi dalil.</p>
<p>Demikian pula menurut pendapat yang shahih, tidak ada batasan umur seorang wanita mengalami haid, walaupun usianya di bawah 9 tahun atau lebih dari 50 tahun. Selama si wanita melihat darah keluar, maka ia berhenti dari mengerjakan ibadah. Karena darah haid ini merupakan asal (mesti dialami oleh setiap wanita yang sehat/normal dan keluarnya rutin), sementara darah istihadhah keluarnya karena satu dan lain hal (tidak mesti keluarnya dan tidak mesti dialami oleh semua wanita).” (<strong>Al-Fatawa As-Sa’diyyah</strong>, hal. 135, 136 sebagaimana dinukil dalam <strong>Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah</strong>, hal. 267)</p>
<p><span class="fnu">Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=758</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alkhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alkhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alkhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alkhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alkhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alkhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alkhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alkhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alkhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alkhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alkhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alkhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alkhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alkhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alkhadijah.wordpress.com&amp;blog=5900888&amp;post=7&amp;subd=alkhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alkhadijah.wordpress.com/2009/03/15/bila-kebiasaan-haid-berubah-ubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1bf5206d7072ce34dff8c2bfdf86c21?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alkhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
